Sunday, 29 August 2010

memanggil dosa

kau tahu aku cinta
lebih dari yang dahulu kala
ketika sambungan telpon menjadi sekedar jeda
dari kebosanan rupa

lalu aku melampaui itu
semacam mercusuar yang menganga
mencekoki tawaran surga
namun kau tanggap,
aku menjinjing kau pada neraka

aku luluh
lebur
dan membilur
menangis tertawa diantara keterasingan kau
akan diri sendiri

kau bilang ingin aku tak ada lagi
kecuali aku bisa utuh
dan berpaling dari Kekasihku

aku tak bisa, sayang
cintaku pada-Nya lebih gaduh dari jerit kasur dimalam hari
dan aku tidak kenal Kekasihmu
tak mampu berpura-pura mencintai yang Satu itu
karena Ia intip hati semudah aku membuat kau berdiri

aku ingin mencintai tanpa syarat dan tradisi
meski telah kehilangan arti
kamu tetap menemuiku di sudut saru

baiklah...
habisi aku.

No comments: