Sunday, 26 August 2007

the morbid solitude

As the world spins faster and faster -- or maybe it just seems that way when an email can travel around the world in fractions of a second -- we mortals need a variety of ways to cope with the resulting pressures. We need to maintain some semblance of balance and some sense that we are steering the ship of our life.

Otherwise we feel overloaded, overreact to minor annoyances an feel like we can never catch up. As far as I'm concerned, one of the best ways is by seeking, and enjoying, solitude.

That said, there is an important distinction to be established right off the bat. There is a world of difference between solitude and loneliness, though the two terms are often used interchangeably.

From the outside, solitude and loneliness look a lot alike. Both are characterized by solitariness. But all resemblance ends at the surface.

Loneliness is a negative state, marked by a sense of isolation. One feels that something is missing. It is possible to be with people and still feel lonely -- perhaps the most bitter form of loneliness.

Solitude is the state of being alone without being lonely. It is a positive and constructive state of engagement with oneself. Solitude is desirable, a state of being alone where you provide yourself wonderful and sufficient company.

Solitude is a time that can be used for reflection, inner searching or growth or enjoyment of some kind. Deep reading requires solitude, so does experiencing the beauty of nature. Thinking and creativity usually do too.

Solitude suggests peacefulness stemming from a state of inner richness. It is a means of enjoying the quiet and whatever it brings. that is satisfying and from which we draw sustenance. It is something we cultivate. Solitude is refreshing; an opportunity to renew ourselves. In other words, it replenishes us.

Loneliness is harsh, punishment, a deficiency state, a state of discontent marked by a sense of estrangement, an awareness of excess aloneness.

Solitude is something you choose. Loneliness is imposed on you by others.

We all need periods of solitude, although temperamentally we probably differ in the amount of solitude we need. Some solitude is essential; It gives us time to explore and know ourselves. It is the necessary counterpoint to intimacy, what allows us to have a self worthy of sharing.Solitude gives us a chance to regain perspective. It renews us for the challenges of life. It allows us to get (back) into the position of driving our own lives, rather than having them run by schedules and demands from without.

Solitude restores body and mind. Lonelinesss depletes them.

Saturday, 25 August 2007

no cause for celebration

20 tahun pergi seperti baru kemarin ku bermimpi dilahirkan

20 tahun pergi seperti baru kemarin ku berusia delapan nyaris sembilan
saat kesalahan pertama yg kutahu hanyalah tawa
berakhir dengan jemuran kasur melintang dipagar depan
kuyakin hanya dengan menggeleng saja,
lepas dari tuduhan

20 tahun pergi seperti baru kemarin kudapat bulan pertama
tak ada lagi acara mandi bersama anak lelaki tetangga
ibuku mulai rajin berkata,
“ nak, inilah yang harus kau jaga”

20 tahun pergi seperti baru kemarin cinta meratakan
kemarin itu lusa
lusa yang ternyata tak pernah terasa

20 tahun dan patah hati
20 tahun dan sendiri
20 yahun dan kini aku menangis lagi

Tuesday, 21 August 2007

to:GPS

sementara aku mulai bertanya tanya apakah dia satu satunya yang akan berjalan bersama hingga akhir, menyedihkan buatku karena jawaban yg kudapat adalah
"ya, kumohon Tuhan, aku ingin hanya dia"

Sunday, 19 August 2007

Lust electric

Lust electric
Gentle nibble
Delicate flick
Juices trickle

Tender mouthful
Indulgent sips
Spasms sinful
Gyrating hips

Thrusts entrancing
Feverish pace
Teeth caressing
Deadlock embrace

Lust electric
Unabated
Flesh metallic
Liquidated

-RSA-

Saturday, 18 August 2007

The Madness of God

jika Tuhan Mahakuasa, dan tiada sesuatu pun yang dapat terjadi diluar kehendak-Nya, maka bagaimana mungkin makhluk dapat disalahkan karena dosa-dosanya?

what a pain

pain in the neck
what the heck

pain in the head
not dead

pain in the arm
cold not warm

pain in the eye
just die

pain in the feet
weak

pain in the thigh
why

pain in the heart
torn apart

pain in the butt
say what

what does all these pains
have in common?

-RSA-

Friday, 17 August 2007

Undying Love

The caressing leaves
the sunshine dancing,
With luscious souls
Soaring, in
Languid immortality’s moments.

-RSA-

makin saru

Kehidupan bawah sadarku lebih semarak ketimbang muatan akal
Banyak mimpi tersapu ke balik bantal
Dunia hanya sebatas mata kaki
Sisanya merupakan ekspansi ketidakotentikan materi

Apa yang tidak membunuhku, tidak membuatku lebih kuat
Menjadikanku sakit jiwa berkali-kali
Karena keperihan yang tertanam dalam belikat
Menggerus jalinan sendi

Pilu...
Pilu...
Aku sungguh pilu...

knocking on my door

Mungkin aku memang harus memuntahkannya dulu, menelannya lagi lalu mencernanya dari awal. Dan, rasanya jadi tak sepahit kerisauanku. Masalah terkadang seperti gema, yang kau tangkap berupa sisanya, layaknya kilauan dari bintang-bintang yang berjarak ribuan cahaya darimu meskipun beberapa bintang tersebut bahkan sudah lama tiada atau berubah menjadi sebuah titik merah yang kerdil. Hal itu membuatku merasa begitu kecil, sekali-kali ada baiknya jika aku menyepelekan masalah menjadi tak terlalu berarti agar aku tidak menjadikannya pertimbangan yang perlu dipersoalkan ketika memperhitungkan sesuatu.
Tapi aku masih memiliki prasangka, bukan mengenai alasan peristiwa yang telah berlalu namun mengenai hal-hal yang nanti akan terjadi. Tidak perlu cemas menurutku, memiliki prediksi dan perhitungan bukanlah sesuatu yang dapat membuatku masuk rumah sakit karena gagal ginjal apabila terjadi kesalahan. Ada yang dinamakan titik balik. Aku ingin tetap menginjak bumi meskipun tengah bermimpi, tak ingin lagi lepas kendali dan menyakiti diri sendiri. Ada rahasia bersemayam yang kadang membuatku keliru dan kewalahan, lalu aku akan segera berlari menembus hujan atau menanjak bukit mencari tanah yang bersedia untuk kujadikan tempat pembaringan yang menenangkan.
Tak ada apa-apa selain misteri di dunia ini, betapa misteri bersembunyi di balik hari-hari yang malang seperti penjilat, yang bersinar dengan terang, dan bahkan tak ada yang mengetahuinya. Aku membayangkan sejumput kenangan menari-nari dan menderu seperti layaknya air terjun yang terhempas ke muara. Ketika datang waktunya, memori-memori yang utuh dan bersama itu akan satu persatu terlepas dari untaian. Lagi dan lagi.
Tidak ada yang berlangsung selama-lamanya
Rasa sakit,
Kebahagian,
Sendiri,
Kekasih,

Ps: Hukum kekekalan masalah ; masalah tidak dapat dihilangkan, namun dapat berganti rupa.

phenomenal woman



Pretty women wonder where my secret lies.
I'm not cute or built to suit a fashion model's size
But when I start to tell them,
They think I'm telling lies.
I say,
It's in the reach of my arms
The span of my hips,
The stride of my step,
The curl of my lips.
I'm a woman
Phenomenally.
Phenomenal woman,
That's me.

I walk into a room
Just as cool as you please,
And to a man,
The fellows stand or
Fall down on their knees.
Then they swarm around me,
A hive of honey bees.
I say,
It's the fire in my eyes,
And the flash of my teeth,
The swing in my waist,
And the joy in my feet.
I'm a woman
Phenomenally.
Phenomenal woman,
That's me.

Men themselves have wondered
What they see in me.
They try so much
But they can't touch
My inner mystery.
When I try to show them
They say they still can't see.
I say,
It's in the arch of my back,
The sun of my smile,
The ride of my breasts,
The grace of my style.
I'm a woman

Phenomenally.
Phenomenal woman,
That's me.

-RSA-

Next

“Never hastily conclude that you’ve lost the war just because the battle seems to have taken a turn for the worse. Sometimes you may need to back off for awhile, but that no way means the game is over. A little strategic withdrawal can work wonders. Not only does the river of life take new twists and turns every day, allowing random factors to turn in your favor, but it also gives the one you want a chance to let down their guard. It also gives you time to reassess your strategy and to focus on some self-improvement while preparing for your next encounter. The only real mistake you can make is to conclude your setback is permanent.”

Monday, 6 August 2007

love is trembling happiness

"...pabila cinta memanggilmu...
ikutilah dia walau jalannya berliku-liku...
Dan, pabila sayapnya merangkummu...
pasrahlah serta menyerah,
walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..."
(Kahlil Gibran)

aku mencintainya, entah sampai kapan

tawaran dari surga

Apa jadinya jika tidak bisa dibedakan lagi antara cinta dan karena terbiasa?

Aku sudah berhenti berharap sejak terlalu banyak bermimpi mengenai hal yang tak mungkin. Menyerah mengenai segalanya adalah apa yang satu-satunya nyata untuk saat ini. Penyerahan bisa diartikan lain, untukku itu berarti bersikap realistis, memulai segalanya dengan menerima apa adanya. Pasrah. Tapi aku tak menganggap kepasrahan sebagai penghanyutan diri dalam arus deras yang boleh menindas pribadi semau-maunya, meskipun perlahan dia membiarkanku terjebak dalam lingkaran tak berkesudahan, membunuhku diam-diam.

Dia , sesosok utuh yang mulai tak kupahami lagi sebagai suatu kebenaran. Aku lelah kembali padanya, apa gunanya kalau kebenaran berdiri dihadapanku, dingin dan telanjang, tidak peduli apakah aku mengenalinya atau tidak dan membuatku takut bukannya percaya?

Ketika mereka-reka gambaran masa depan yang menggelisahkan. Katanya aku terlalu banyak berpikir, sementara bagiku tak ada sedikitpun yang dia pikirkan. Itulah keresahanku. Yang sungguh-sungguh tidak dia miliki adalah kejelasan, apa yang mesti dilakukan, bukan apa yang mesti diketahui. Dan aku benar-benar bosan memastikan keberadaannya, mencari gagasan yang menentukan hidup mati dirinya.

Sesuatu darimu, berkarat di dalam tulang sumsumku. Menyedotnya tak akan membantu. Sudah tertanam disana. Jauh dalam lipatan dan alur seperti serat mangga yang terselip di antara gigi-gigi. Tak mungkin dilepaskan tanpa usaha.

absolute Self ?

orang dapat saja makan daun selada sebelum jantung tanaman ini terbentuk. akan tetapi kegetasan halus jantungnya dan bentuk ulirnya yang indah adalah sesuatu yang sama sekali berbeda dengan daun-daunnya. hal yang sama ditemukan dalam dunia roh. apabila seseorang tenggelam dalam kesibukannya, individu tersebut jarang sekali mendapat kesempatan untuk membentuk hati, tidak akan pernah menjadi populer, bukan karena ia orang yang sulit, melainkan karena pembentukan hati menuntut kerja keras yang panjang dan sunyi dengan arti sendiri, pengetahuan yang intim mengenai diri sendiri serta semacam pengasingan diri. mereka yang berhasil mengatasi keengganannya menjadi diri sendiri akan memeluk keheningan dan membentuk hatinya terhadap kepalsuan.pribadi yang hening akan mampu menghindari hidup yang dangkal. kedangkalan hidup terjadi ketika perbedaan yang vital antara ketersembunyian dan pernyataan dihapuskan. dalam suatu komunitas, masyarakat, atau sistem yang anonim orang perlu mengundurkan diri sejenak supaya dapat melampaui arus yang bergerak, supaya tidak terlarut, dan supaya subjektivitasnya terlihat.
pada akhirnya, berusaha meyakini bahwa setiap orang harus menemukan peran dalam hidupnya--dilakukan dalam perjalanan yang panjang dan baru akan selesai ketika orang itu meninggal.

fallen leaf




A trusting little leaf of green,
A bold audacious frost;
A rendezvous, a kiss or two,
And youth for ever lost.
Ah, me!
The bitter, bitter cost.

A flaunting patch of vivid red,
That quivers in the sun;
A windy gust, a grave of dust,
The little race is run.
Ah, me!
Were that the only one.

-RSA-