kamu tidak takut padaku? walaupun aku begitu tangguh dan sulit dihadapi?
sesekali aku bersenda gurau dengan kematian dan aku tahu itu begitu menyakitkan disaat aku lupakan cinta pada diri sendiri. buatmu tiada yang lebih getir dari itu. aku bisa melepaskan tali kekang serampangan, berlali berhimpitan dengan layangan, hilang acuan terbawa oleh jiwa yang ingin meletus berpendar. sebetulnya bagaimana caramu membuat aku tersedak akal? adakah magi dalam uluran tanganmu? ya...ya, aku mau pulang...tentu padamu...
sisa kericuhanku berantakan, kamu menemaniku membenahi letupan emosi. seperti dapur setelah acara makan besar-besaran...kamu mencuci piring, sementara aku mengeringkan airnya.
"ada yang salah denganku?"
kamu menggeleng, "sama sekali tidak"
sering aku kasar. terlalu kasar hingga bulu sikat gigiku mengembang. aku menggosok keras sampai gusiku berdarah dan lemah seperti sedang memaki sialan. akan kusingkirkan remah-remah diselipan gigi dengan menggilasnya keterlaluan. aku tak doyan sisa makanan dan bau tertinggal. jadi setiap mandi aku harus mengganti sikat gigiku. lucunya, aku selalu lupa membeli persediaan. ketika disebelah sikat gigi bututku didepan wastafel ada sikat gigimu. tampak lembut dan tidak pernah menggerutu, "kupinjam sekali saja" seruku. kupakai dengan sangat hati-hati karena ingin kujadikan tetap utuh untuk kamu pakai. karenanya, aku tidak menggosok kasar-kasar.
semenjak itu, kita mulai berbagi sikat gigi.
seperti kita berbagi peluk,
berbagi jatah makan siang...
berbagi mimpi dan kekonyolan,
berbagi catatan kecil nakal...
berbagi tatapan mesra...
"kamu tidak takut padaku?"
kamu menggeleng, "sama sekali tidak".
No comments:
Post a Comment